Saldo e-Toll di Curi Oleh Petugas Gerbang Tol, Kok Bisa? Baca Yuk...!

Kembali kami akan memviralkan status akun facebook atas nama Princess Soraya, entah ia sendiri atau temannya yang mengalami masalah ini. Yang pasti tulisan ini ada dalam akun Facebooknya. Katanya ia telah di rugikan oleh oknum petugas toll yang menyedot saldo e-Toll dari transaksi yang ia lakukan di gerbang tol, ceritanya begini


RAMPOK UANG RAKYAT PAKE E-TOLL CARD DI GERBANG TOLL.*

Bapak/Ibu dan Saudara/Saudari yang terkasih.. 
Ijinkan saya menceritakan pengalaman pribadi saya melakukan top up saldo e-toll card di gerbang toll Pondok Ranji arah ke Jakarta. Pada hari ini, Rabu 2 Agustus 2017 sekitar jam 11:09 WIB, sy dan ibu berkendara dari Bintaro XChange menuju Jakarta melalui gerbang toll Pondok Ranji. Kami melakukan top up e-toll card Bank Mandiri di gerbang toll Pd Ranji (gerbang no 28) sebesar Rp. 200.000,- Setelah menerima bukti top up dan bukti bayar gerbang toll (dipotong Rp. 12.500,-) kami langsung tancap gas dan keluar di pintu keluar meruya (bukan gerbang toll).

Setelah urusan kami selesai, kami masuk kembali ke jalan toll melalui gerbang toll meruya. Kami masuk melalui gerbang toll otomatis (GTO) dan tap kartu e-toll. Sy dan Ibu kaget karena melihat saldo e-toll hanya Rp. 32.200,-. Setelah itu kami keluar di gerbang toll Pondok Ranji arah Serpong pd jam 13:12 WIB melalui GTO dan kami kembali kaget krn saldo e-toll hanya Rp. 29.200,-

Di sini kami langsung menduga bahwa kartu e-toll Bank Mandiri kami tidak di top-up dgn benar oleh petugas gerbang toll Pondok Ranji. Setelah keluar gerbang toll kami langsung ke Alfa Midi unt melakukan pengecekan terhadap mutasi kartu e-toll Bank Mandiri kami. Ternyata benar, dari bukti yg ada tidak ada transaksi top up Rp 200.000,- pd hari ini. Kami merasa telah dicurangi dan akhirnya kami memutuskan unt kembali ke gerbang toll Pondok Ranji arah Jakarta.

Sy langsung menemui petugas jaga yg ada di pinggir gerbang toll dan menyampaikan keluhan sy. Dari keterangan Bp Ag**, salah seorang koordinator petugas jalan toll setempat, anak buahnya telah melakukan hal yg benar karena melakukan top up Rp 200.000,- ke nomor kartu e-toll: 6032.9810.1440.8280. Dia mengatakan bahwa kartu e-toll yg sy pny adl kartu dgn nomor yg beda yaitu: 6032.9810.3193.1561. Pak Ag** secara tidak langsung menuduh sy pny kartu e-toll yg lain, krn data di dia sdh ada record top up dgn nominal Rp 200.000,- sesuai dgn bukti yg sy bawa.

Sy katakan kpd Pak Ag**, sy menyadari nomor kartu e-toll yg sy punya dgn bukti top up dan data di komputer yg ditampilkan itu berbeda. Dan di situlah masalahnya. Krn sejak dari gerbang toll itu sy tidak pernah berinteraksi dgn petugas toll di gerbang toll meruya dan gerbang toll pondok ranji krn sy melalui GTO. Pak Ag** menduga petugas di gerbang toll yg lain yg menukar kartu e-toll sy. Itu jelas tidak mungkin.

Lalu sy dan ibu saya dihadapkan pada pimpinan pak Ag** yaitu pak **rman. Setelah menjelaskan kronologis, kami diperbolehkan melihat CCTV yg berada di dlm ruangan petugas gerbang toll. Pak **rman mengatakan bahwa hanya dirinya sendiri yg mengetahui posisi CCTV tsb. Dalam hati dan logika sy mengatakan bahwa pak **rman sebagai pimpinan terlibat dalam kecurangan ini.

Setelah kami lihat dengan seksama ternyata semua orang yang melakukan top up e-toll card di gerbang toll 28 Pondok Ranji telah ditipu oleh OKNUM petugas Jasa Marga tsb. Uang yg diberikan pengguna tidak dimasukan ke Kotak Uang yg ada di depan perut petugas. Tapi uang tersebut ditaruh di sebelah kiri di area yg tidak terlihat CCTV. Begitu pula dgn kartu yg di tap unt di top up, proses tersebut tidak terlihat CCTV krn tidak mengcover area tsb.

Setelah kami melihat hal tsb dan spontan mengatakan di depan Pak **rman, Pak **rman lgs menawarkan unt mengganti uang kami dgn uang pribadinya. Dari yg awalnya Pak Ag** dan Pak **rman ngotot dan menekan kami (bahwa tidak terjadi kecurangan), langsung berubah seperti org yg ketakutan.

Bapak/Ibu yg terkasih, coba bayangkan dalam 1 jam ada berapa mobil yg melakukan top up di satu gerbang toll. Dan dari setiap top up, ada brp bny uang yg di KORUPSI oleh oknum. Dalam hitungan sy satu hari bisa mencapai puluhan juta uang pengendara di KORUPSI oleh oknum petugas.

Semoga Bapak/Ibu lebih hati-hati bila melakukan top up e-toll card di gerbang toll. Periksa kembali apakah benar kartu anda sama dg saat diserahkan.
Semoga kejadian ini menjadi perhatian bagi Pejabat terkait ut pengawasan dan keamanan pengguna karena semua gerbang toll menjadi GTO. Terima kasih.



Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di situ e-mOney atau isikan email anda di sini:

Hanya seorang mantan tukang dagang keliling panas kepanasan, hujan kehujanan, yang kini beralih didepan laptop untuk masa depan yang lebih baik. Tanks for your visit

Blog Archive